Langsung ke konten utama

DREAM TRAVELER

Dream Traveler
Pengarang : Rizqi Abi Ikrimah
            Sore itu, langit gelap penuh awan mendung. Aku berjalan cepat berharap tidak kehujanan, ditengah perjalanan pulang ku mendengar jeritan meminta tolong, aku awalnya ragu, namun setelah tiga kali dan semakin menggema telingaku, ku putuskan menyisir sumber suara, Teriakan “Tolong” seperti gadis belia yang ku dengar semakin lemah dan perlahan lenyap, tapi aku yakin arah sumber suaranya tidak salah, aku pun menguatkan diri untuk lebih cepat berlari memasuki gang. Dari ujung gang ku lihat dua orang menggotong seorang gadis berambut Panjang ke dalam mobil. “Apa yang harus aku lakukan?” cengangku dalam diam.Pita suaraku berasa kering, tak sanggup berkata, detik kemudian mobil itu telah pergi tanpa melihat keberadaanku. Pandanganku teralihkan ke tas yang tergeletak, pasti itu milik si gadis tadi, dan aku pun mulai bergerak memeriksa apakah terdapat identitasnya dalam tas tersebut.
            Rintik hujan mulai turun, kesal dan sesal menghantuiku di perjalanan ke kantor polisi tuk melaporkan kejadian sore itu. Sesampainya di rumah, aku hanya tertunduk menyender, memeluk kedua kakiku yang terlipat, penuh kecewa pada diri sendiri, mengapa saat itu aku tidak berusaha menghentikannya?, kenapa aku tak sanggup bersuara sedikitpun?, padahal umurku sudah hampir kepala 3, saat bekerja aku selalu lantang bersuara, apa yang salah denganku?, hingga hal menyesalkan ini harus terjadi, bagaimana respon orang tuanya bila mengatahui kebodohan yang aku lakukan?. Tangan, kaki, seluruh tubuhku masih bergetar, kejadian itu masih tereka ulang dalam pikiranku, jeritan gadis itu masih terngiang di telingaku. Kini yang ada hanyalah sesal.
            Keesokan harinya, usai merasa sedikit tenang karena kerjaku libur, Aku melakukan investigasi dan pengumpulan informasi terkait kejadian yang serupa, ternyata sudah ada ratusan kasus dari berbagai lokasi, local maupun nusantara, korbannya tidak hanya gadis belia, namun juga laki-laki yang popular di suatu bidang, akademis maupun non-akademis, kesimpulannya, korbannya pelajar berprestasi yang berumur 12 hingga 18 tahun atau masih duduk di bangku SMP dan SMA, semua kasus selalu terjadi di hari jum’at sore hingga malam. Bila di kumpulkan menyeluruh, hampir tiap minggu ada laporan kejadian yang sama, pantas saja waktu aku melaporkan kejadian ini, pihak kepolisian mengatakan “kasus ini lagi”. Namun aku tidak sempat bertanya karena masih trauma. Yang aneh dari kasus ini, semua korban tidak pernah di temukan dalam keadaan hidup ataupun meninggal, kalaupun ini merupakan kasus penjualan organ, pasti sudah bisa di lacak oleh polisi dengan cepat. Namun pada kenyataannya penelusuran anjing pelacak sekalipun tidak menghasilkan apapun.
            Aku memang sering menghabiskan waktu liburku untuk menonton atau membaca serial detektif dan fantasi, tapi belum pernah membaca kasus seperti ini, apa mungkin hal ini terjadi di kenyataan, ataukah ini hanya mimpi dalam tidurku, dunia fantasi dalam mimpiku. Sentak aku mencubit tangan dan pipi sendiri memastikan aku tidak sedang bermimpi. “Aao” ternyata sakit, berarti ini bukan mimpi. Ku lanjutkan penelusuran lebih meluas, serta mencari sebanyak mungkin hal terkait kasus ini, setelah diurut berdasar tanggal, kejadian pertama kali terjadi pada 13 Desember 2019, kejadian kemarin 5 januari 2024. Sudah 4 tahun, dan menjadi kasus internasional sejak desember 2020.
            Kota ini semakin tahun terasa mati, tidak seperti saat pertama kali aku datang, sudah 5 tahun berlalu, kehidupanku jadi terbawa suasana kota ini, jangankan sahabat, teman saja hanya sedikit yang bisa aku andalkan, tanggapan mereka atas kasus ini pasti tidak jauh berbeda dengan komentar para netizen di forum maupun sosial media, berbicara di dunia nyata sudah terasa seperti orang gila, sedangkan ngobrol di dunia maya seperti dunia tanpa batas, tapi mungkin saja kalau aku cari informasi di dunia virtual, akan ada lebih banyak data yang bisa ku peroleh, akan ku coba cari di forum diskusi terlebih dahulu, untuk memperoleh informasi dunia virtual apa yang popular ngebahas kasus ini.
            Jam 7 malam aku membeli konsol dan software MMO berdasar informasi yang ku dapat setelah hampir setangah hari menjelajah forum diskusi, namanya Dream Traveler, dari synopsis yang terdapat disampul, game ini berkisah tentang seorang ksatria yang menjelajah dunia mimpi untuk menyelamatkan seribu kota yang menjadi sarang monster, sudah 3 tahun sejak perilisannya, game ini belum ada yang berhasil menyelesaikan, banyak rumor mengatakan siapapun yang login kedalam game Dream Traveler tidak akan pernah bisa logout sebelum menyelamatkan satu kota, dalam kemasan softwarenya, memang sudah diperingatkan demikian. Setelah hampir 2 jam berlalu akhirnya ku login dengan segala resiko dan peringatan yang sudah ku baca, entah apa yang merasukiku hingga nekad melakukan hal seperti ini. Apa aku juga telah terhasud dunia maya dan mulai bosan dengan dunia nyataku, ataukah hanya ingin mencari perhatian dan sensasi baru melalui dunia virtual yang telah membuat banyak orang terlena, dan menjadikan dunia nyata sepi, hampa, terasa mati. Ku harap dunia virtual tidak membuatku nyaman, karena masih banyak hal yang ingin kulakukan di dunia nyata.
            “Dream Start” kalimat konfirmasi untuk login kedalam game, algoritma matrix menyelimuti ruangan, pikiranku berpindah dan menyusuri lorong panjang, setelah melewati ujung cahaya, ku berdiri di sebuah podium dihadapkan dengan Sembilan karakter, ku pilih yang terlihat netral tapi elegan, rambut warna coklat, pakaian serba coklat, lalu aku tambahkan kacamata yang model sebelah saja, karna aku tidak begitu suka pertarungan, aku pilih perisai, kemudian nama karakternya ‘AZQIL’ susah diucapkan dan bukan nama pasaran. Setelah tombol done aku tekan, detik kemudian aku sudah berada di aula sebuah kota bernama kota migrasi, sebenarnya aku paling tidak suka system virtual karena level, aku harus secepatnya menaikkan level untuk segera berpindah ke kota berikutnya, dalam waktu satu hari apakah aku bisa sampai ke level 50 keatas, sepertinya aku harus bergabung dalam guild atau party agar cepat naik level, namun pasti sulit. Mana ada yang mau menerima pemula sepertiku, ada baiknya aku coba setengah hari sebagai solo player.
            Aku tidak menyangka, dalam 6 jam hanya bisa menaikkan level hingga 6, apa karena aku memilih sebagai player pertahanan sehingga seranganku sedikit. Kalau aku mengatur ulang status, jelas pertahananku akan melemah, aku coba untuk 3 jam dengan status full serangan. Bila kenaikan levelku lebih cepat, aku akan butuh senjata tambahan. Hasil sering kali jauh dari ekspektasi, namun aku tidak menyangka, levelku sekarang 11, meskipun mengorbankan setengah Hp yang sebelumnya tidak turun satu Hp. Kali ini status ku ubah ke 80% serangan 20% pertahanan, usai 3 jam berlalu, total 12 jam melawan monster, aku hanya bisa memperoleh level 15, ku pikir sudah cukup kuat untuk pergi ke kota selanjutnya, walaupun peringatan untuk keluar dari kota ini harus memiliki level 20. Aku butuh senjata tambahan, di toko senjata aku sangat kecewa karena senjata beda jenis tidak bisa aku pakai, harus menyesuaikan atribut awal, system game ini membuatku muak, sampai aku melupakan tujuan utama datang ke dunia ini,
            Satu jam berlalu sangat cepat, tidak banyak informasi yang ku peroleh di kota ini, aku mengikuti sebuah rapat terbuka guild baru yang berencana menyelamatkan sebuah kota, kesempatan yang tidak kusangka, mereka sudah menunggu ini selama seminggu untuk mengkoordinasi quest pertama dari game dream traveler sebagai syarat pengaktifan tombol logout. Sungguh beruntungnya aku baru 13 jam dalam game sudah bisa mengikuti quest khusus ini, namun aku tetap harus waspada, banyak Player Killer yang memanfaatkan momen ini untuk menaikkan level secara cepat dengan membunuh player lain, terlebih berita ini hanya ada didalam game, ironisnya semua player yang mati dalam game sebelum tombol logout aktif akan di hidupkan kembali setelah 24 jam. Peringatan ini hanya muncul sekali setelah masuk ke kota migrasi. Quest Khusus dimulai 2 jam setelah rapat strategi yang diikuti oleh 50 player, dan berhasil di selesaikan selama 30 menit, banyak item yang diperoleh, levelku saat ini jadi 21, namun tombol logout belum aktif, apa yang terjadi.
            “Kalian hanya kelinci percobaan dan korban kami bulan ini, selama serfitikasi logout tidak kalian terima, kalian tidak akan pernah bisa mengaktifkan tombol logout,” cetus pemimpin guild kamudian melanjutkan “Bila kalian ingin sertifikasinya, hanya ada 1 pilihan, tranfer semua item yang kalian miliki dan status kalian kedalam kotak yang sudah aku sediakan, setelah itu sertifikasi secara otomatis akan masuk ke kotak pesan kalian.”
            “Kalo kami menolaknya?” tantang salah seorang player
“Kau akan jadi contoh buat yang lainnya,” player itu di tebas, kurang dari satu detik tubuhnya lenyap.
            “Cih.. sepertinya tidak ada pilihan lain, level mereka diatas 50” gumamku.
            Semua player pemula yang berpartisipasi dalam quest khusus terpaksa menerima perintah para penjilat itu, demi tombol logout, level bisa dinaikkan lagi, setelah semua sudah selesai mentransfer item dan status, pemimpin guild menyatakan bahwa kami tidak punya harapan untuk hidup kembali di dream traveler, ataupun logout ke dunia nyata.
            “Kalian seharusnya sadar, mengapa soft MMO dream traveler hanya di jual di forum terbatas, tidak hanya partisipasi kalian di dunia virtual yang menguntungkan kami, tapi juga tubuh di dunia nyata, yang bisa kami jual.”
            “Dia.. bukan lagi manusia.. dia bahkan lebih kejam dari iblis.” Gumamku yang tersentak kaget, player yang lain juga merasa dibodohi dan mulai merasa kesal, “Apa yang harus ku lakukan?”
            Hitungan detik, player satu persatu di tebas, aku akan dapat giliran, dalam hati, kenapa di dunia virtual ini aku tetap tidak sanggup mencegahnya, bagaimana mungkin aku bisa terjebak di situasi seperti ini?, apa hidupku akan berakhir disini?, andai saja aku lebih waspada sejak awal, ini semua pasti bisa di cegah. Tuhan, bila ini memang kehendakmu, aku akan menerimanya, tapi izinkan aku mencegah kejadian ini di kehidupanku berikutnya. Hambamu yang lemah ini hanya ingin berbuat kebaikan di dunia penuh kefanaan. Aku tertebas, kaki, badan, tangan, semua tubuhku perlahan berubah menjadi serpihan cahaya molekul kecil yang sedikit demi sedikit memudar dan hilang
            “Aziz Maulaqil..” panggilan suara lembut yang berat dan semakin keras.
            “Hmm…” perlahan aku membuka mataku, ku lihat seorang guru memanggil namaku,
“Aziz!! Sudah berapa kali ibu peringatkan, kalau mau tidur lebih baik kamu ke UKS saja tidak perlu mengikuti kelas ibu.” Celoteh Ibu guru memarahiku.
Aku masih bingung dan tercengang, apa yang terjadi, mengapa aku di kelas, kepalaku serasa pening, dan minta izin ke UKS, saat keluar kelas, dan mencoba mengingat-ingat kejadian sebelumnya, peningku semakin menjadi, aku .. tidak bisa mengingat kejadian baru-baru ini, dan saat ku lihat luar sekolah, aku berlari keluar Gedung, menyusuri aula, dan memperhatikan sekeliling, aku menampar wajahku sendiri, dan masih tidak percaya, aku pergi ke ruang guru, memastikan data diriku. Lalu beranjak pulang ke rumah,
Satu minggu ku terdiam, berharap memperoleh penjelasan atas semua kebingunganku, namun setiap kali berusaha mengingat, kepalaku pening tak tertahan, yang ku tahu saat ini, aku seorang pelajar SMA kelas 2 di sebuah desa bernama kuso. Aku sedang menyusuri desa karena hari ini libur sekolah, tanggal 13 desember 2009, langkahku sejenak terhenti dan sepertinya tanggal 13 desember bukan tanggal asing bagiku, kepalaku mulai terasa pening, namun bila aku berhasil menahannya, aku pasti bisa peroleh jawaban atas kebingunganku sepekan ini.
“Kau mulai mengingatnya?” suara bergema dari dalam tubuhku, ku menyautnya dengan nada sedikit lemah menahan rasa pening “Siapa yang bicara?”, aku akan menahan rasa sakit ini, “Kalau kau berhasil mengingat kejadian tanggal 13 desember, aku akan beritahu kau siapa aku.” Cetus nya yang semakin menggema di telingaku, dan akupun memaksa diriku untuk menahan sakit peningnya kepala dan mengingat kejadian pada 13 desember, detik kemudian aliran ingatanku mulai terbaca secara teratur hingga penebasan di dunia virtual.
Itu artinya, aku hidup kembali, bukan.., aku kembali ke masa 15 tahun sebelumnya, bagaimana mungkin?, “Akibat efek resonansi 2 kejadian, kemunduranmu mengalami gangguan 3x lipat dari biasanya, namaku Shin, kecerdasan buatan yang ditanam di pikiran manusia, kamu orang pertama yang berhasil menjalani eksperimen penanaman AI dan mengalami peningkatan indra pada otak yang belum diketahui, para peneliti menyebutnya Dream Travel,” jelas Shin melalui pikiranku. “Jelaskan lebih banyak semua yang kau tahu, agar aku bisa memutuskan untuk melakukan apa saat ini,” pintaku pada shin.
“Aku akan memutar ulang semua kejadian yang telah kita alami, itu akan lebih cepat,”
“Baiklah.” Aku masih bisa mencegah kejadian itu, pikirku sambil tersenyum.



Ditujukan sebagai bahan penilaian tugas mata kuliah Kreatifitas
Universitas Mpu Tantular, Jakarta
Jurusan : Hukum
Prodi : Ilmu Hukum

Dosen pengampu: Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Laporan Pertanggungjawaban Kegiatan

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .........................................................................................................i LEMBAR PENGESAHAN...............................................................................................ii KATA PENGANTAR......................................................................................................iii DAFTAR ISI.....................................................................................................................iv BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pelaksanaan Kegiatan.........................................................................1 1.2 Tujuan dan Target Kegiatan.........................................................................................1 BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN 2.1 Persiapan Pelatihan........................................................................................................2 2.1 Pelaksanaan Pelatihan................................